By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Antara Kata dan Nyata
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Antara Kata dan Nyata, Kenyataan, Keteladanan, Pengertian, Memberikan Pengertian, Esai
Ilustrasi antara kata dan nyata (istockphoto.com)
Esai

Antara Kata dan Nyata

Last updated: 31 Januari 2024 6:58 pm
Nur Rozikin
Published: 31 Januari 2024
Share
SHARE
Antara Kata dan Nyata, Kenyataan, Keteladanan, Pengertian, Memberikan Pengertian, Esai
Ilustrasi antara kata dan nyata (istockphoto.com)

“Tidak mudah mengajak orang dengan kebaikan dengan pelajaran, lebih mudah melakukannya dengan teladan.” —Fahruddin Faiz. 

Tiliklah petikan kata dari Dosen Filsafat UIN Sunan Kalijaga tersebut. Dapat kita artikan secara jelas bahwa memberikan teladan akan lebih nikmat daripada hanya memberikan pengertian semata.

Kebanyakan manusia biasanya hanya suka memberikan pengertian tanpa memberikan keteladanan. Lantas, apakah itu salah? Apakah harus selalu memberikan contoh tanpa melibatkan pengertian? Jawabannya, tergantung bagaimana seseorang itu memberikan pengertian dan keteladanan.

Semakin ke sini, banyak metode pendidikan di Indonesia yang semula memberikan pengertian kini beralih pada pemberian keteladanan. Padahal, dulu dalam pembelajaran di Indonesia hanya memberikan materi semata tanpa memikirkan keteladanan setelahnya.

Meskipun demikian, anak-anak era dulu ternyata juga mempelajari keteladanan di luar pembelajaran. Namun, berbanding terbalik dengan generasi sekarang. Anak-anak justru diberikan contoh keteladanan di dalam kelas, tapi kenyataannya yang lebih diutamakan hanya angka semata.

Utamakan Keteladanan

Keteladanan merupakan suatu hal yang terkait dengan perbuatan, sikap, dan perilaku seseorang yang dapat ditiru atau diteladani oleh pihak lain. Dengan keteladanan, seseorang akan meniru perlakuan yang sama seperti orang yang dijadikan contohnya.

Sebuah keteladanan terdapat contoh-contoh konkret, nyata, dan lebih bisa diterima daripada hanya sebatas kata-kata.

Seperti pepatah yang sering kita dengar, yakni satu keteladanan lebih berarti daripada seribu kata motivasi. Hal itu bukan hanya pengertian semata. Namun, juga sebagai pengingat betapa pentingnya mengutamakan keteladanan dalam kehidupan.

Dalam memberikan pelajaran yang paling mudah ditangkap adalah dengan memberikan contoh, daripada menghafalkan teori. Meskipun menjadi pembelajaran yang paling mudah, dalam menjadi teladan tentu tidak bisa dianggap enteng juga karena jika seseorang telah menjadi contoh berarti seseorang tersebut harus siap menjadi cerminan orang lain.

Seperti yang pernah dikatakan M. Furqon (2009) dalam penelitian Zaenal Aqib menerangkan jika seseorang yang menjadi teladan, berarti orang tersebut harus siap menjadi cermin orang lain. Tak hanya menjadi cermin seketika, tetapi orang yang menjadi teladan akan terus dijadikan contoh setiap kali apa yang diperbuatnya.

Nur Rzkn

Pentingnya Menyimpan Tulisan Jelek
Apa Sih, Standar Seorang Mahasiswa Menyandang Predikat Semester Tua
Harmoni Cinta dalam Pendidikan
Menyulam Jerat Pikiran Sendiri
Baca ini Sebelum Cintamu Menjadi Sampah di Hidupmu [Bagian 2]
TAGGED:antara kata dan nyataesai antara kata dan nyatakenyataanketeladananmemberikan pengertian
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Varia Kampus

Dinamika Politik Indonesia Menuju Pemilihan Umum 2024

Redaksi SKM Amanat
1 Juni 2021
Pengaruh Kultur Feodalisme bagi Suatu Negara  
Wisudawan UIN Walisongo Ber-IPK 3,93 Ini Ternyata Aktifis Organisasi
Belum Banyak Dikenal, Walisongo Campus Ambassador Sudah Banjir Kritikan
Gelar Acara Sholawat, Dema FITK Kemas dengan Ngaji Kebangsaan
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Antara Kata dan Nyata
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Antara Kata dan Nyata
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?