By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Alasan Mengapa Pikiran Harus Ditulis di Blog, Bukan di Story WA?
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Esai

Alasan Mengapa Pikiran Harus Ditulis di Blog, Bukan di Story WA?

Last updated: 20 Februari 2019 12:49 pm
Sigit A.F
Published: 19 Februari 2019
Share
SHARE
(dok. Amanat)

Hampir setiap hari saya membuka berbagai media sosial, khususnya Whatsapp (WA). Selain berfungsi sebagai medium komunikasi, lewat WA juga saya mengamati aktivitas dan kondisi kejiwaan sebagian teman saya. Apa yang sedang dia lakukan, rasakan, dan pikirkan. Mungkin teman saya juga melakukan hal yang sama terhadap saya.

Memang, saya sering menulis yang terpikirkan di story WA. Baik mengenai isu sosial, politik, atau agama. Namun, kadang saya merasa kecewa di lain waktu. Apa yang saya tulis tidak bisa saya akses kembali. Ia hanya bertahan selama 24 jam. Hal yang sama juga terjadi kala saya ingin melihat kembali apa yang dituliskan oleh teman saya tempo hari. Padahal, sering saya temui pikiran-pikiran mencerahkan yang dituliskan mereka di story WA. Sirna.

Kita tahu, daya ingat manusia tidak abadi. Karenanya, tulisan berperan untuk mengabadikan apa yang terfikirkan dalam otak manusia. Pramudiya Ananta Toer juga berkata “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Agaknya, ungkapan Pram di atas tidak berlaku bagi para penulis story WA. Dalam hal ini, Facebook, Twietter, dan Instagram, setingkat di atas WA. Pun begitu, ketiga media sosial tersebut memiliki kelemahan. Kita harus terus menyekrolnya ke bawah untuk melihat arsip tulisan kita. Mungkin tidak berat, jika hanya mencari apa yang kita tulis sepekan, atau sebulan yang lalu. Namun bayangkan jika, kita ingin melihat kembali tulisan kita, setahun, dua tahun, atau bahkan lima tahun yang lalu. Tentu begitu menyusahkan.

Dalam hal ini, untuk mengabadikan tulisan tentu medium yang paling tepat adalah di blog. Baik pribadi ataupun milik orang lain. Asalkan kita menginggat kata kunci yang pernah dituliskan saja, kita tetap bisa mengaksesnya di mana pun dan kapan pun, asalkan ada jaringan internet.

Selamat menulis untuk keabadian, bukan sensasi sesaat…..

 

 

Perihal Orang Bodoh yang Tidak Mau Mengakui Kebodohannya
Antara Kata dan Nyata
Kematian
Ketika Sang ‘Pembunuh Tuhan’ Dibunuh Oleh Cinta
Melodi Pencari Ketenangan
TAGGED:kelemahan whatsapppramudiyah ananta toertulisan yang abadi
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Reghifa Khalimatus Syadiyah, FDK UIN Walisongo
Sosok

Wujudkan Impian Almarhum Ibunya, Reghifa Jadi Wisudawan Terbaik FDK

Redaksi SKM Amanat
23 Mei 2023
Hoaks Bentuk Gangguan Informasi pada Kehidupan Sehari-hari
[Refleksi Isra Miraj] Momentum Penilaian Kualitas Salat Kita
Kajur Kimia Klarifikasi Rumor Pembagian Hand Sanitizer Gratis
Krisseptian: Islam Modern Merangkul yang Plural, Menghargai Perbedaan
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Alasan Mengapa Pikiran Harus Ditulis di Blog, Bukan di Story WA?
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Alasan Mengapa Pikiran Harus Ditulis di Blog, Bukan di Story WA?
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?